by

LBH Minta Pemda Lampung Beri Informasi Aktual-Terpercaya Soal Virus Corona

KANTOR LBH Bandar Lampung | Hendry Sihaloho

BANDAR LAMPUNG – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Lampung untuk memberikan informasi aktual dan terpercaya ihwal virus Corona (Covid-19). Hal ini terkait kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi pandemi yang belum ditemukan vaksinnya itu.

“Pemerintah Daerah Provinsi Lampung wajib memberikan informasi yang aktual dan dapat dipercaya terhadap pencegahan dan kesiapsiagaan masyarakat Lampung dalam menghadapi pandemi Covid-19,” kata LBH Bandar Lampung melalui siaran pers, Sabtu, 14/3/2020.

LBH menyatakan, Pemda Lampung perlu memberi perhatian serius walau belum ditetapkan salah satu daerah terjangkit Covid-19. Perhatian dimaksud, misalnya, responsif dan mengedukasi masyarakat dengan informasi yang aktual dan terpercaya. Sebab, kabar bohong (hoax) terkait virus Corona telah merebak. Bahkan, mencapai lima kasus, di antaranya terjadi di Lampung.

Selain informasi aktual dan terpercaya, LBH juga meminta pemda setempat menetapkan Lampung sebagai daerah siaga Covid-19. Kemudian, Komisi Informasi (KI) Provinsi Lampung wajib memantau dan menindak setiap informasi terkait pandemi Covid-19. Sehingga, masyarakat mendapatkan informasi dan edukasi yang tidak terputus-putus.

Selanjutnya, Pemda Lampung wajib melakukan upaya pencegahan dan pengendalian infeksi, manajemen keramaian publik, bahkan bila perlu melarang setiap aktivitas acara publik. Pemda Lampung juga wajib melakukan deteksi tubuh di pelabuhan dan bandara. Bahkan, bila perlu menutup akses terhadap warga negara yang berasal dari negara terjangkit Covid-19.

“Selain itu, Kanwil Kemenkumham Provinsi Lampung sebaiknya membatasi kunjungan terhadap narapidana di tiap lapas dan rutan, memasang alat deteksi tubuh, serta menyiapkan secara cuma-cuma masker dan sabun antiseptik bagi pengunjung maupun narapidana,” tulis LBH.

Virus Corona menyebar dengan cepat ke lebih dari 191 negara. Penyebaran Virus ini pertama kali di Wuhan, China, pada 31 Desember 2019. Saat itu, ditemukan penyakit gejala pneumonia, bukan Mers dan Sars. Covid-19 merupakan jenis baru yang telah menewaskan lebih dari 4.000 orang.

Pada 2 Maret 2020, pemerintah Indonesia mengumumkan dua orang positif Covid-19. Hingga 13 Maret, sebanyak 69 pasien positif Covid-19 dan empat meninggal dunia. Di antara pasien tersebut terdapat dua balita.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed