by

Hari Kebebasan Pers Sedunia: Jurnalisme Bebas-Berkualitas Aset Demokrasi

PULUHAN jurnalis berunjuk rasa di Bundaran Tugu Adipura, Bandar Lampung, Jumat, 3/5/2019. Aksi demonstrasi itu dalam rangka memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia. | Jejamo.com/Sugiono

BANDAR LAMPUNG – Jurnalisme yang bebas dan berkualitas adalah aset demokrasi. Pandemi Covid-19 mengingatkan publik tentang peran penting jurnalis dan media profesional dengan memberikan informasi yang andal. Mereka melawan disinformasi yang dapat menyebabkan kepanikan dan membuat pengambil keputusan bertanggung jawab kepada publik.

Hal tersebut disampaikan Dunja Mijatovic, Komisaris Dewan Eropa untuk Hak Asasi Manusia (HAM). Pernyataan itu menanggapi World Press Freedom Day (Hari Kebebasan Pers Sedunia) yang jatuh pada 3 Mei setiap tahun.

“Tahun ini, peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia akan berbeda bentuk, tapi tidak secara substansi. Kami harus menggunakan kesempatan ini untuk berhenti dan mengucapkan terima kasih kepada jurnalis dan media profesional atas pekerjaan mereka yang tak ternilai untuk kebaikan publik,” kata Mijatovic, seperti dikutip dari laman Dewan Eropa untuk HAM, Kamis, 30/4/2020.

Pihaknya mengakui pengorbanan jurnalis untuk melayani kepentingan publik. Sebab, inilah yang dilakukan wartawan pada masa normal, terlebih saat masa krisis seperti sekarang. Pers memberi salah satu alat paling kuat bagi publik untuk mengambil keputusan yang relevan dengan kehidupan: informasi yang dapat diandalkan.

“Apakah wartawan investigasi terkemuka yang meliput krisis global atau pekerja lepas yang bekerja untuk surat kabar lokal – pekerjaan mereka menjadi perhatian bersama. Mereka mengekspos ketidakadilan, kejahatan, korupsi, atau penyalahgunaan kekuasaan. Mereka menjaga tindakan pemerintah di bawah sorotan publik. Mereka menggali di luar permukaan untuk menggali kebenaran. Mereka juga dapat menarik perhatian masyarakat pada kisah-kisah penuh harapan yang dapat menginspirasi perubahan di bagian lain dunia,” ujarnya.

Itulah sebabnya, lanjut dia, kebebasan pers adalah salah satu hak yang diabadikan dalam konstitusi nasional dan perjanjian internasional. Karena itu, publik perlu lebih banyak berinvestasi dalam keselamatan, kemandirian, keamanan ekonomi, dan sosial jurnalis serta media. Keselamatan jurnalis harus dipastikan setiap saat. Tidak hanya demi keadilan, tetapi juga demi demokrasi.

Menurut Mijatovic, dunia berita telah melewati banyak tantangan dalam dekade terakhir. Beberapa dari tantangan itu mengancam keberadaan beberapa outlet berita dan mengurangi pluralisme media. Namun, relevansi jurnalisme untuk kehidupan publik tidak berubah. Itu, tetap dan akan terus menjadi vital.

“Menjelang 3 Mei, saya ingin memberikan penghormatan kepada semua jurnalis dan media profesional yang bekerja membela kebenaran dan keadilan. Terlalu banyak dari mereka telah membayar dengan nyawa atau mengorbankan kebebasan untuk memungkinkan banyak orang mengambil keputusan yang tepat dan membuat masyarakat lebih adil,” kata dia.(*)

Catatan: artikel ini disadur dari artikel “Support a Free, Independent and Safe Press.” Link selengkapnya klik di sini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed