oleh

Pascaputusan Kasus Dian Ansori, LBH Minta Usut Dugaan Perdagangan Orang

BANDAR LAMPUNG – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sukadana menghukum Dian Ansori selama 20 tahun penjara dan denda Rp800 juta dengan subsider tiga bulan kurungan, Selasa, 9/2/2021. Eks anggota Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Lampung Timur itu juga dijatuhi pidana tambahan berupa kebiri kimia selama satu tahun serta membayar restitusi sebesar Rp7 juta.

Vonis tersebut lebih tinggi dari tuntutan jaksa, yakni 15 tahun penjara dan denda Rp800 juta. Majelis hakim menilai Dian terbukti secara sah dan meyakinkan berbuat cabul terhadap N (14).

Menanggapi putusan tersebut, LBH Bandar Lampung selaku kuasa hukum korban meminta kepolisian dan kejaksaan mengusut tuntas dugaan tindak pidana perdagangan orang. Sebab, dalam persidangan terungkap bahwa Dian pernah menawarkan N kepada pria berinisial BA. Kemudian, BA memberikan sejumlah uang kepada korban dengan pesan bahwa uang sebesar Rp200 ribu diberikan kepada Dian.

“Putusan ini menjadi babak baru bagi penegak hukum untuk menindaklanjuti dan mengembangkan perkara dugaan tindak pidana perdagangan orang, sebagaimana yang terungkap dalam fakta-fakta yang dihadirkan di pengadilan,” kata Direktur LBH Bandar Lampung Chandra Muliawan melalui siaran pers, hari ini.

Chandra mengatakan, BA merupakan saksi pada persidangan a quo. Fakta persidangan menyebut bahwa korban pernah “dijual” oleh Dian. Pemerkosaan terhadap korban juga disertai iming-iming dan/atau ancaman.

Kasus yang menjerat Dian Ansori menjadi perbincangan publik. Pendamping anak itu berulangkali memerkosa N, penyintas kekerasan seksual.

Dian adalah pendamping N. Dia memerkosa penyintas ketika bocah yang baru lulus sekolah dasar itu menjalani pemulihan akibat diperkosa pamannya. Selain Dian, Polsek Labuhan Ratu juga menangkap Andika, tersangka lainnya. Namun, pengusutan perkaranya secara terpisah. Pengadilan lebih dahulu menjatuhkan putusan terhadap Andika.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed