oleh

Surat Edaran KPI Pusat Berpotensi Mendiskriminasi Kelompok Minoritas

SIARAN PERS

JAKARTA – Pada tanggal 17 Maret 2021, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengeluarkan Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2021 yang mengatur pelaksanaan penyiaran pada bulan Ramadan. Dalam ketentuan pelaksanaan butir L), KPI menuliskan bahwa “Berkaitan ketentuan point b, selama bulan Ramadan lembaga penyiaran untuk tidak menampilkan muatan yang mengandung lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), hedonistik, mistik/horor/supranatural, praktik hipnotis atau sejenisnya, mengeksploitasi konflik dan/atau privasi seseorang, bincang-bincang seks, serta muatan yang bertentangan dengan norma kesopanan dan kesusilaan.

Menanggapi hal ini, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menilai klausul tersebut multitafsir dan berpotensi menghalangi media memberitakan tentang hak-hak kelompok minoritas LGBT, masyarakat adat dan minoritas lainnya. KPI sebagai lembaga negara seharusnya memiliki tugas dalam menjamin masyarakat untuk memperoleh informasi yang layak dan benar sesuai dengan hak asasi manusia [1].

Selain itu, aturan KPI tersebut justru bertentangan dengan Pedoman Perilaku Penyiaran yang mengatur penghormatan terhadap etika profesi. Aturan yang termuat dalam poin L) dan M) justru menghambat profesi jurnalis dalam melakukan perannya untuk mendorong terwujudnya supremasi hukum, menegakkan hak asasi manusia, serta menghormati kebinekaan sebagaimana diatur dalam Pasal 6 Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tak hanya itu, aturan dari KPI tersebut juga menghambat jurnalis untuk melakukan etika profesinya dalam bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk [2].

Oleh karena itu, AJI menyerukan:

  1. KPI untuk menghapus poin L) yang berpotensi diskriminatif terhadap kelompok minoritas dalam Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2021 dan bisa berdampak pada pemberitaan.
  2. KPI untuk membuat aturan lebih rinci dan detail agar tidak multitafsir dan berpotensi diskriminatif.

Jakarta, 19 Maret 2021

Ketua Umum Sasmito Madrim
Sekretaris Jenderal Ika Ningtyas

Narahubung:
AJI Indonesia (+62 811-1137-820)

Catatan editorial:
[1] http://www.kpi.go.id/index.php/id/pengawasan-penyiaran
[2] https://dewanpers.or.id/kebijakan/peraturan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed