by

2 Polisi Jadi Tersangka Penganiayaan Jurnalis Nurhadi, Pengacara Harap Pelaku Lain Diungkap

SIARAN PERS

SURABAYA – Penyidik Polda Jawa Timur (Jatim) telah menetapkan dua tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap Nurhadi, jurnalis Tempo. Informasi ini disampaikan Fatkhul Khoir, Koordinator Advokasi Aliansi Anti Kekerasan Terhadap Jurnalis, Minggu, 9/5/2021.

Dia menyebutkan, berdasarkan informasi dari penyidik, dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka adalah Purwanto dan Firman. Keduanya anggota polisi yang selain diduga ikut menganiaya Nurhadi, juga membawa Nurhadi ke Hotel. Mereka juga diduga merusak sim card di ponsel Nurhadi.

“Informasi yang kami terima, keduanya ditetapkan sebagai tersangka sejak Jumat, 7 Mei lalu,” ujarnya.

Fatkhul berharap, penyidik terus mengembangkan pemeriksaan terhadap tersangka demi mengungkap pelaku-pelaku lain yang terlibat. Pasalnya, berdasarkan keterangan dari saksi dan saksi korban, selama membawa Nurhadi ke hotel, tersangka Purwanto dan Firman terlihat berkoordinasi melalui telepon dengan seseorang yang dipanggil bapak.

“Waktu penganiayaan, jumlah pelakunya juga tidak hanya dua orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini saja,” kata dia.

Dia berharap peran pelaku lainnya nanti akan terungkap dalam rekonstruksi yang akan digelar penyidik di tempat kejadian perkara (TKP).

“Kami dapat kabar rekonstruksi akan digelar pada 11 Mei mendatang. Rekonstruksi akan melibatkan tersangka, korban, serta saksi,” ujar Fatkhul.

Nurhadi menjadi korban penganiayaan saat melakukan reportase di Gedung Samudra Bumimoro, Surabaya, Sabtu malam, 27 Maret 2021. Di sana, Nurhadi berencana meminta keterangan terkait kasus dugaan suap yang menjerat Angin Prayitno Aji, Direktur Pemeriksaan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan. Kasus tersebut sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Saat itu, di lokasi sedang berlangsung pernikahan antara anak Angin Prayitno Aji dengan putri Kombes Pol Achmad Yani, mantan Karo Perencanaan Polda Jatim.

Dalam peristiwa tersebut, Nurhadi tak hanya dianiaya oleh para pelaku yang berjumlah sekitar 10 sampai 15 orang. Pelaku juga merusak sim card di ponsel milik Nurhadi serta menghapus seluruh data dan dokumen yang tersimpan dalam ponsel tersebut.

Setelah peristiwa itu, Nurhadi melaporkan kasus tersebut ke Polda Jatim dengan didampingi Aliansi Anti Kekerasan Terhadap Jurnalis. Aliansi beranggotakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya, KontraS, LBH Lentera, LBH Surabaya, dan LBH Pers.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed