oleh

AJI Kembali Menyerukan Pemerintah-Perusahaan Media Lindungi Jurnalis dari Covid-19

SIARAN PERS

JAKARTA – Satgas Penanganan Covid-19 mencatat jumlah kasus positif Covid-19 telah mencapai 2.033.421 kasus dan 55.594 orang meninggal per 23 Juni 2021 siang. Terdapat lonjakan kasus positif harian pada Juni 2021, dari empat ribuan kasus pada awal Juni menjadi belasan ribu kasus dalam hampir sepekan ini.

Empat provinsi yang mengalami peningkatan kasus di antaranya yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Sementara, hasil pendataan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia sejak Maret 2020 hingga 19 Juni 2021, terdapat 381 pekerja media yang terinfeksi Covid-19, sembilan di antaranya meninggal.

Menurut LaporCovid-19, warga yang dinyatakan positif juga kesulitan mencari fasilitas kesehatan di sekitar Jakarta dan Bandung. Penyebabnya adalah ketersediaan tempat tidur di rumah sakit yang sudah hampir penuh.

Pada sisi lain, pengamatan yang dilakukan AJI masih terdapat konferensi pers yang digelar sejumlah pihak kurang memerhatikan protokol kesehatan dan menimbulkan kerumunan jurnalis. Kondisi ini menempatkan jurnalis menjadi rentan tertular Covid-19 dan membahayakan nyawa jurnalis.

Dalam situasi tersebut, AJI menyampaikan sejumlah seruan untuk pemerintah, perusahaan media, dan jurnalis:

  1. Mendorong institusi pemerintah dan swasta untuk ikut menjaga keselamatan jurnalis dalam menghadapi pandemi Covid-19. Salah satunya menggelar konferensi pers secara daring dengan tetap mengutamakan prinsip keterbukaan informasi. Keberadaan jurnalis dibutuhkan masyarakat untuk dapat memberikan informasi yang valid untuk dapat mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi pandemi corona ini.
  2. Mendorong perusahaan media untuk menerapkan protokol kesehatan di lingkungan kerja dan memberikan alat pelindung diri bagi jurnalis yang bertugas di lapangan. Termasuk menjamin biaya pengobatan dan hak-hak sebagai pekerja bagi jurnalis yang terpapar Covid-19 hingga masa pemulihan. Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan tanggung jawab perusahaan seperti yang diatur dalam sejumlah Undang-undang seperti Undang-undang tentang Keselamatan Kerja dan Undang-undang Ketenagakerjaan.
  3. Mengimbau jurnalis untuk kembali ke kredo utama bahwa tidak ada berita seharga nyawa. Jurnalis juga dapat menggunakan Protokol Keamanan Liputan dan Pemberitaan Covid-19 yang telah disusun AJI bersama Komite Keselamatan Jurnalis dan Jurnalis Krisis dan Bencana. Panduan dapat diunduh dari tautan berikut: https://bit.ly/Protokol-COVID19.
  4. Mendorong pemerintah untuk mempercepat program vaksinasi bagi jurnalis dan pekerja media secara nasional. Vaksinasi merupakan kewajiban pemerintah dalam memastikan keselamatan dan kesehatan warga negara, tidak terkecuali jurnalis dan pekerja media.
  5. Perusahaan wajib memenuhi hak-hak pekerja media yang meninggal karena Covid-19 mulai dari pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak seperti diatur dalam Undang-undang Ketenagakerjaan.

Jakarta, 24 Juni 2021

Ketua Umum AJI Indonesia Sasmito Madrim

Sekretaris Jenderal AJI Indonesia Ika Ningtyas

Narahubung:

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Edi Faisol

Hotline AJI: 08111137820

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed