AJI Bandar Lampung

Petunjuk Keamanan Digital Selama Pandemi Covid-19

SEORANG jurnalis Libanon menggunakan ponsel, masker, dan sarung tangan medis di Rumah Sakit Universitas Rafik Hariri di Beirut, Libanon, pada 22 Februari 2020. | AP / Bilal Hussein

BANDAR LAMPUNG – Situasi kesehatan global saat ini membawa perubahan dalam cara wartawan menjalani pekerjaan mereka, yakni semakin banyak bekerja dari rumah. Hal ini dapat menyebabkan masalah keamanan digital bagi jurnalis dan outlet media yang masih perlu bekerja selama pandemi Covid-19.

Mengutip laman Committee to Protect Journalists (CPJ), Jumat, 24/4/2020, jurnalis yang bekerja dari rumah mungkin menggunakan perangkat pribadi untuk melakukan penelitian, berbicara dengan sumber, dan mengunduh dokumen. Ketidakmampuan untuk pertemuan tatap muka menyebabkan banyak organisasi media mengadopsi layanan konferensi online. Sehingga, seringkali tidak menyadari apa yang mereka berikan dalam hal privasi dan keamanan.

Jurnalis yang melaporkan penyebaran Covid-19 juga berisiko terkena malware dan penipuan (physing). Sebab, penjahat menargetkan orang dengan informasi yang salah dan kampanye phishing canggih yang terkait dengan virus. Ini ancaman bagi jurnalis yang bekerja tanpa dukungan teknis, atau menggunakan perangkat pribadi yang belum diamankan; informasi pribadi juga bisa berisiko jika perangkat di rumah terkena malware.

Berikut petunjuk keamanan digital selama pandemi Covid-19 versi CPJ:

Amankan kantor Anda

Berkomunikasi lebih aman

Ketahuilah bahwa layanan komunikasi online sering mengumpulkan data pribadi Anda dan orang-orang yang berbicara dengan Anda. Data ini dapat dijual, diserahkan kepada pemerintah, atau jika perusahaan tidak mengamankan data dengan benar, dilanggar oleh penjahat.

Amankan penelitian, phishing, dan COVID-19

Baca juga Protokol Keamanan Liputan dan Pemberitaan Covid-19

Exit mobile version