AJI Bandar Lampung

Apa yang Perlu Dilakukan untuk Membantu Industri Media?

Ilustrasi | AFP/Peter Parks

Mathew Ingram | Kepala Penulis Digital Columbia Journalism Review

JIKA belum jelas bahwa industri media mengalami kesulitan sebelum merebak virus corona, sekarang menjadi sangat jelas. Setiap hari, tampaknya, outlet berita besar dan kecil mengumumkan gelombang cuti, pemotongan gaji, dan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Los Angeles Times, Tribune Publishing, Conde NastBuzzFeed, McClatchy menyampaikan kebangkrutan sebelum pandemi. Bahkan, Fox Corporation telah menerapkan pemotongan. Protokol, startup berita teknologi yang diluncurkan oleh pemilik Politico, memberhentikan hampir setengah ruang redaksi pada Februari lalu. Beberapa surat kabar lokal telah ditutup sepenuhnya dan mungkin tidak dapat kembali begitu ekonomi mulai membaik.

Apa yang bisa dilakukan tentang ini? Haruskah ada dana talangan pemerintah? Haruskah platform digital seperti Google dan Facebook dipaksa memberi subsidi dana publik bagi media? Untuk mendengar beberapa jawaban, Columbia Journalis Review (CJR) mengadakan diskusi panel virtual di Galley, platform diskusi kami.

“Sekarang sangat jelas bahwa tidak ada solusi komersial untuk jurnalisme lokal,” kata Victor Pickard, seorang profesor di University of Pennsylvania dan penulis buku “Democracy Without Journalism.”

Ia mengatakan, “Jurnalisme lokal berantakan, bahkan sebelum pandemi melanda. Tetapi sekarang industri surat kabar–yang masih menjadi sumber utama kami untuk pelaporan lokal asli di AS–menghadapi malapetaka eksistensial. Mengingat konteks itu, kami membutuhkan dana darurat.”

Menurutnya, dana yang dibagikan harus bersyarat pada outlet berita yang menjadi organisasi nirlaba atau bekerja menuju status itu. Kalau tidak, pihaknya berisiko menopang model komersial yang gagal.

Jon Schleuss, presiden serikat NewsGuild-CWA, merekomendasikan agar pemerintah menerapkan hibah pembayaran langsung kepada pekerja media.

“Itu akan langsung kepada orang-orang di tempat kerja dan bisa dilakukan dengan jumlah tertentu per orang,” ujarnya. “Tapi, itu akan membutuhkan pembatasan, sehingga hanya bisa digunakan untuk tujuan terbatas. Tidak untuk bonus eksekutif, dividen, pembelian kembali, atau parasut emas.”

Craig Aaron, pemimpin Free Press, sebuah organisasi advokasi, berbicara tentang surat yang dikirim oleh kelompoknya bersama PEN America dan Common Cause ke Kongres. Surat itu menyerukan tindakan segera, mencari dana darurat untuk ruang berita dan meningkatkan alokasi federal untuk Corporation for Public Broadcasting. Tujuannya, untuk mendukung semua jenis media publik, terutama di tingkat lokal. Aaron juga menyampaikan kebutuhan untuk meningkatkan pengeluaran iklan oleh pemerintah. Hal tersebut sebagai cara untuk menghasilkan pendapatan bagi perusahaan penerbitan.

Melissa Davis, penjabat direktur Proyek Media Colorado, dan Wakil Presiden Gates Family Foundation setuju bahwa pendapatan iklan akan membantu.

“Saya juga tidak berpikir ada argumen yang bagus–terutama pada saat ini bahwa bisnis media lokal kurang layak mendapatkan dukungan publik daripada restoran lokal atau diler mobil atau bahkan organisasi seni,” ujarnya.

Chris Horne dari The Devil Strip, sebuah organisasi berita yang dimiliki bersama di Akron, Ohio, mengatakan bahwa alih-alih iklan yang disponsori pemerintah–yang dapat menimbulkan masalah etik–pihaknya lebih memilih dana pinjaman untuk memulai dan memperkuat koperasi media lokal dan organisasi nirlaba. Mirip dengan pinjaman yang disediakan pemerintah untuk membantu masyarakat menikmati listrik pada 1930-an, ketika banyak yang tidak mampu membayar pemasok komersial.

Tetapi, Steven Waldman, salah satu pendiri Report For America, menawarkan salah satu dari beberapa rencana. Ia mengumumkan kelompok jurnalis Report For America, 225 wartawan dan editor yang akan bekerja (dari jarak jauh) untuk lebih dari 160 organisasi berita di 46 negara bagian, serta Washington, DC, dan Puerto Rico. Report For America menempatkan jurnalis di ruang berita nirlaba seperti Mississippi Today. Kemudian, di stasiun radio publik seperti KEUR di Utah dan KERA di Texas, dan surat kabar seperti Detroit Free Press dan Dallas Morning News.

“Kami mendukung pemberian insentif bagi dana lindung untuk menyumbangkan surat kabar lokal yang mereka miliki kepada masyarakat, yang dapat menjadikannya sebagai organisasi nirlaba,” kata Waldman.

Berikut hal-hal yang terungkap dalam diskusi panel:

Kisah lainnya:

Catatan: Artikel ini dikutip dari laman cjr.org, Sabtu, 25 April 2020. Judul asli artikel “What Needs To Be Done To Help The Media Industry?” Link selengkapnya klik di sini.

Exit mobile version