oleh

Soal Berita Kekerasan Seksual, LBH Pers Sesalkan Gugatan Advokat Terhadap Jurnalis

DIREKTUR LBH Pers Lampung Chandra Bangkit Saputra | dok. AJI Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Lampung menyesalkan langkah Alif Sugerly Masyono. Advokat itu menggugat jurnalis BeritaKharisma.com Eko Wahyu terkait berita dugaan kekerasan seksual ke Pengadilan Negeri (PN) Kota Metro.

Alif adalah mantan kuasa hukum I, penyintas kekerasan seksual. Dia mempersoalkan berita Eko bahwa dirinya membuat perdamaian dengan pelaku. Dalam berita itu dilaporkan bahwa pelaku akan memberikan hak-hak penyintas. Namun, hingga berita tersebut terbit, penyintas belum menerima hak-haknya.

“Kami menyayangkan gugatan tersebut, terlebih penggugat berprofesi sebagai advokat. Seharusnya, keberatan terhadap produk jurnalistik menempuh mekanisme yang diatur dalam UU 40/1999 tentang Pers, yaitu hak jawab atau hak koreksi,” kata Direktur LBH Pers Lampung Chandra Bangkit Saputra melalui siaran pers, Minggu, 29/11/2020.

Chandra mengatakan, Alif sebaiknya mencabut gugatan terhadap Eko. Pencabutan itu sebagai langkah untuk menghormati kerja-kerja jurnalistik. Jika memang masih merasa keberatan, Alif bisa melapor ke Dewan Pers.

“Bila tidak memungkinkan dan perkara ini tetap lanjut hingga terbit putusan, maka majelis hakim wajib melihat UU Pers sebagai pertimbangan. Jangan sampai putusan pengadilan menjadi yurisprudensi yang buruk dan mengancam kemerdekaan pers,” ujarnya.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed